Jumat, 22-06-2007
HMI Nilai Demo Anti-Tenriadjeng Tidak Etis

Palopo, Tribun — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palopo menyayangkan aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah mahasiswa Kota Palopo di Kejaksaan Tinggi (Sulsel), Makassar, Senin (18/6) lalu.
“HMI sebagai salah satu stakeholder yang ada di Palopo sangat menyayangkan beberapa tindakan dari pendemo yang kami nilai tidak etis,” kata Koordinator Kajian Strategis dan Kebijakan Publik (KSKP) HMI Cabang Palopo, Junaedi Basir, Kamis (21/6).
Beberapa waktu lalu, sejumlah mahasiswa yang dipimpin Rusdy dengan mengatasnamakan Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) Palopo menggelar aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Sulsel. Dalam aksi ini, mahasiswa meminta kejati mengusut sejumlah dugaan korupsi yang terjadi di pemerintahan.
Selain menggelar orasi, mahasiswa juga menginjak-injak foto Wali Kota Palopo, PA Tenriadjeng, dan melempari foto berbingkai dengan ukuran 10 R itu.
“Aksi yang diwarnai dengan pelemparan, mencoret-coreti, menendang hingga menginjak-injak foto Wali Kota Palopo itu sangat tidak etis,” kata Junaedi.
Junaidi menuturkan, jika mengatasnamakan mahasiswa, maka setiap tindakan yang dilakukan seharusnya didasari dan bersandar pada rasionalitas, fakta, objektif, dan bukan malah sebaliknya karena justru akan memberikan efek negatif pada sisi pembelajaran politik dan kedewasaan berdemokrasi bagi masyarakat luas.
“KSKP HMI Cabang Palopo, menyatakan keprihatinan yang sangat dalam atas tindakan yang tidak etis seperti itu,” kata Junaedi sambil menambahkan bahwa pihaknya senantiasa mengecam segala bentuk aksi-aksi yang dinilai melecehkan etika demokrasi. (wd)