LKP-SDM: Studi Banding Anggota DPRD Mubazir
Dinilai Hanya Pemborosan Anggaran

Malili- Kunjungan kerja 25 anggota DPRD Luwu Timur (Lutim) ke sejumlah daerah di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Gorontalo dinilai hanya pemborosan anggaran. Kunjungan untuk membandingkan lima peraturan daerah yang belum lama ini disahlan terkesan mubazir.
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LKP-SDM) Lutim mengungkapkan, sutdi banding itu telah menguras anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sekitar Rp 433 juta lebih.
“Kami menilai kunjungan anggota DPRD ke beberapa daerah terkesan mubazir. Saya kira cukup dengan mengundang ahli atau pakar yang mempunyai kompetensi untuk membedah dan mengkaji lebih jauh setiap perda yang disahkan,” kata Ketua Bidang Hukum LKP-SDM Lutim, Firman, Kamis (21/6).
Firman menuturkan, berdasarkan data yang diperoleh, studi banding itu telah menguras APBD sekitar Rp 433 juta lebih. Sementara masih banyak agenda dan program pembangunan lainnya di daerah ini yang lebih urgen untuk ditindaklanjuti.
Selama tahun 2006 lalu, DPRD Lutim telah melakukan sedikitnya 5 kali studi banding ke beberapa daerah di Indonesia. Sedangkan studi banding kali ini merupakan yang kedua kalinya setelah bulan Februari dan Maret lalu.
“Ada kecenderungan setiap ranperda yang diajukan eksekutif, dijadikan bahan dan alasan bagi legislatif di daerah ini untuk melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah, padahal kunjungan tersebut terkesan mubazir dan hanya pemborosan pada APBD,” katanya.
Dibagi Tiga
Kunjungan studi banding anggota DPRD Lutim terbagi dalam tiga kelompok, yakni panitia khusus (pansus) I, pansus II, dan pansus III. Pansus I beranggota 10 orang, pansus II tujuh orang, dan delapan orang di pansus III.
Pansus I yang mengunjungi Padang dan Kutai Barat, Kalimantan Timur, dan telah berangkat sejak 6 Juni lalu. Mereka dijadwalkan kembali ke Lutim, Sabtu (23/6) besok. Di daerah ini, pansus I akan mempelajari perda mengenai rencana tata ruang wilayah.
Anggota pansus II yang berangkat sejak 16 Juni lalu mengunjungi Kabupaten Gunung Kidul di Yogyakarta, Balikpapan, dan Ciamis, Jawa Barat. Pansus ini dijadwalkan kembali ke Lutim 1 Juli mendatang. Mereka mempelajari penerapan perda mengenai rencana tata ruang wilayah pesisir dan laut dan perda mengenai pengelolaan hutan rakyat.
Sedangkan Pansus III berkunjung ke Provinsi Gorontalo, Manado, dan Jakarta dari tanggal 18-29 Juni dengan maksud menggali informasi seputar penerapan perda tentang pokok-pokok pengeloaan keuangan daerah dan perda tentang retribusi jasa ketatausahaan.

studi banding dprd
– Pansus I: Berangkat 6 Juni, mengunjungi Padang dan Kutai Barat, Kalimantan Timur
– Pansus II: Berangkat 16 Juni, mengunjungi Kabupaten Gunung Kidul di Yogyakarta, Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Ciamis, Jawa Barat
– Pansus III: Berangkat 18-19 Juni, mengunjungi Provinsi Gorontalo, Manado (Sulawesi Utara), dan Jakarta
(wd)