Hasil jepretan kamera digital Anda kurang memuaskan? Bayangkan, jika berharap warna indah setelah pemotretan dan ternyata tidak seindah yang diharapkan. “Saya suka jengkel kalau mau mengubah foto dengan menggunakan photoshop karena saya tidak terlalu ahli menggunakannya,” kata Priskanti, seorang penggemar fotografi yang berdiam di Denpasar, Bali, kepada Tribun via Yahoo Messenger, beberapa waktu lalu.

Saat ini banyak kamera digital yang memiliki pengaturan cahaya sesuai dengan kondisi yang dimaksud misalnya portrait, museum, indoor, maupun outdoor. Sayangnya, pengaturan pencahayaan itu belum bisa memaksimalkan gambar yang diambil.
Sepanjang sejarah, para seniman berusaha mencari jalan yang tepat bagaimana mendekatkan gambar ke realita yang sesungguhnya. Selama berabad-abad, para pelukis mencoba terus memperbaiki teknik menggambar agar mendekati kebenaran obyek yang dimaksud.

Teknik fotografi mulai masuk di era tahun 1880-an dan orang-orang kemudian berpikir bahwa bentuk seni kemudian akan mengalami masa kematian. Tetapi tak lama kemudian kamera tetap mengadopsi seni ke dalam metode pengambilan gambar yang pada awalnya masih terbatas dalam menampilkan gambar yang indah dan memukau.

Kini, semakin majunya teknologi gambar digital serta dukungan sejumlah piranti lunak untuk mengolah gambar, orang-orang kini bisa melakukan perbaikan gambar sesuai dengan keinginan. Misalnya, ingin mengubah gambar tampak lebih halus, lebih berkilau, ataupun membuat obyek terlihat lebih langsing.

Di dunia maya, puluhan piranti lunak kini bisa didownload secara gratis bagi mereka yang tidak ingin bersusah payah menggunakan Photoshop untuk mengubah gambar. Piranti lunak tersebut antara lain, Picasa, GIMP for Windows, Serif PhotoPlus, VCW VicMan’s Photo Editor, hingga PhotoFiltre.

Dunia fotografi digital memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk berkreasi dan membuat foto mereka memiliki nilai seni yang dapat memuaskan semua penikmatinya