Sekolah Dasar Negeri (SDN) 68 Purangi, Desa Purangi, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, disegel oknum pemilik lahan, Selasa (3/7). Penyegelan dilakukan karena tuntutan pemilik lahan bernama Wakir Punggama tidak diindahkan oleh pemerintah.
Kuasa hukum Wakir, Syafruddin Jalal, mengatakan, kliennya sudah berkali-kali mencoba menempuh jalur damai tetapi tidak diindahkan. Hingga akhirnya kesabaran habis dan langkah penyegelan terpaksa dilakukan. Bahkan, halaman SD itu sekrang ditanami pohon pisang.
“Klien kami baru akan berhenti melakukan penyegelan setelah ada kejelasan dari pemerintah untuk menyelesaikan tuntutan kami,” jelasnya saat dihubungi per telepon, kemarin.
Menurutnya, luas lahan milik Wakir sekitar 5.000 meter persegi. Lahan yang digunakan sekolah sekitar 3.868 meter persegi. Wakir memliki alat bukti berupa akta jual beli tahun 1941. Kemudian bukti pembayaran pajak sejak Indonesia merdeka hingga tahun 2007 ini.
Status tanah itu, jelasnya, dipinjamkan kepada pemerintah. Saat itu, Wakir sendiri yang meminjamkan lahan tersebut untuk pembangunan sekolah. Namun, berkembang bahwa tanah itu diberikan secara sukarela.
Syafruddin menambahkan, awalnya tuntatan kliennya adalah pengembalian lahan. Namun, setelah mempertimbangkan, hanya minta dibayar ganti rugi saja. Soal nilai tidak diputuskan. Namun, harga yang diberikan ke pemerintah tentu saja tidak sama jika ditawarkan ke pembeli tanah lainnya.
“Kita sudah berkali-kali berusaha melakukan pembicaraan dengan pemerintah, namun selalu ditanggapi dingin. Nilai ganti rugi, kita lihat kemampuan pemerintah kota, tapi mereka tidak bergeming dengan tawaran kami. Mereka malah menantang kami menyelesaikan lewata pengadilan,” jelasnya. (wd/ute)