live music

Lebih dari 100 bintang rock ambil-bagian dalam sembilan konser di seluruh dunia Sabtu, dengan harapan dapat membujuk jutaan penggemar mereka melakukan penghijauan dan menekan pemerintah melakukan tindakan yang sama.

Konser “Live Earth”, yang mengikuti jejak pagelaran “Live Aid” dan “Live 8”, bertujuan mencapai dua juta orang melalui bermacam aksi radio, televisi dan Internet. Beberapa bintang kondang, termasuk Madonna, Red Hot Chili Peppers, Snow Patrol dan Snoop Dogg ikut meramaikan pagelaran ini.

“Ini adalah kondisi darurat satu planet,” kata penyelenggara konser Al Gore yang menyimpulkan betapa mendesak kondisi yang ia dan orang lain rasakan mengenai perlunya untuk mengekang zat penyebab polusi guna menghambat buangan dan memperlambat pemanasan global.

Mantan presiden AS dan tokoh lingkungan hidup tersebut mengatakan ia ingin pemirsa “Live Earth” menekan para pemimpin agar menandatangani kesepakatan baru paling lambat 2009 yang akan mengurangi zat penyebab pemanasan global sampai 90% di negara kaya dan lebih dari separuh di seluruh dunia paling lambat 2050.

Ia menambahkan bahwa konser itu, yang diluncurkan di Sydney dan berakhir di pantai Copacabana, Rio de Janeiro, adalah awal dari upaya lima-tahun guna meningkatkan kesadaran mengenai perubahan cuaca.

Al Gore dan rombongan bintang popnya kelihatannya ingin mendominasi buletin berita dan lalu lintas Internet pada hari itu, tapi tersiar juga sinisme di kalangan penggemar dan penganjur mengenai pemanfaatan bintang rock yang terkenal karena konsumsi mereka guna mendorong penghijauan.

“Sebagian orang merasa bahwa selama mereka menyampaikan pesan yang benar, tak masalah apakah mereka juga menjauhkan diri darinya,” kata Michael Musto, penulis hiburan di Village Voice di New York. “Saya memiliki masalah dengan itu.”

Bob Geldof, orang yang berada di belakang pagelaran “Live Aid” dan “Live 8”, bergabung dengan para pencela “Live Earth”, dan mengatakan dunia sudah sadar mengenai bahayanya pemanasan global dan acara tersebut kurang memiliki “sasaran akhir”.

Menyerang Balik

Sebagian bintang yang tampil dalam konser itu menyerang balik para pengecam mereka. “Gampang untuk mengecam tapi apa yang Anda lakukan?” demikian pertanyaan penyanyi Benin, Angelique Kidjo, pada suatu taklimat di Johannerburg sebelum konser di London, Inggris.

“Angkat kaki saja sana, dan kerjakan sesuatu. Jika kita tak berbuat sesuatu hari ini, maka ketika ada tsunami lagi, lalu muncul lah orang yang sinis … ,” katanya.

Pemrakarsa konser sedang berusaha meminimalkan “jejak kaki karbon” “Live Earth”, dengan menggunakan sumber yang terbarukan untuk memberi dorongan bagi acara tersebut. Bukan itu saja, tapi juga menanam modal pada energi terbarukan guna mengganti gas rumah kaca yang dilepaskan oleh pesawat jet para bintang dan penggemar yang bepergian.

Acara itu dimulai di Sydney, dan bergerak terus ke berbagai konser di Tokyo, Johannesburg, Shanghai, London, Hamburg, New York, Washington dan Rio de Januaro.