Tetap Minta Proses Hukum * Sebagai Keluarga, Azis Qahhar Maafkan Basmin * Azis Disambut Ribuan Warga di Luwu 

Sejumlah tokoh dan anak mantan tokoh Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) menegaskan, tetap akan menuntut Bupati Luwu Timur Basmin Mattayang terkait ucapannya yang mendiskreditkan tokoh DI/TII Qahhar Mudzakkar.
Mereka mengungkapkan itu secara terpisah di Makassar dan Luwu, Kamis (5/7), menanggapi permintaan maaf Basmin terkait dengan ucapannya yang menuai kontroversi karena meminta warga Luwu tidak memilih anak pemberontak pada pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang.
Mantan ajudan Qahhar Mudzakkar, Mansyur Batara Randa, secara terbuka mengatakan tidak akan menerima permintaan maaf Basmin jika belum melalui prosedur hukum.
Anggota DPRD Toraja tersebut menilai pernyataan Basmin menyakiti hati anggota DI/TII, sahabat seperjuangan, dan anak-anak mereka.
“Kami sudah diposisikan dengan baik oleh negara di negara ini, tapi dengan adanya pernyataan seperti itu, kami sangat tersakiti,” tegas Mansyur.
Sementara putra Qahhar, Abd Azis Qahhar Mudzakkar, yang diusung menjadi calon gubernur pada pemilihan kepala daerah (pilkada), November mendatang, mengaku sudah memaafkan Basmin.
Sebelumnya, Basmin melalui putranya, Arham Basmin, menyampaikan permohonan maaf bila ada ucapannya yang dianggap menyinggung perasaan orang tertentu.
Apalagi, keluarga Basmin dan keluarga Azis masih serumpun dan punya pertalian hubungan kekerabatan.
Meski keluarga Qahhar memaafkan Basmin dan menganggap masalah itu sudah selesai secara kekeluargaan, tapi Mansyur mengaku akan tetap menuntut.
Menurutnya, masih ada bekas luka dilehernya yang menjadi saksi kesetiaannya kepada Qahhar dan komitmennya dalam memperjuangkan nilai DI/TII.
Tokoh DI/TII lainnya, M Arief Hasan, menyatakan, ungkapan Basmin tidak hanya untuk keluarga Qahhar. “Apalagi dia (Basmin) sudah mengakui bahwa pernyataannya tidak bermaksud menyinggung anak Pak Qahhar. Pengakuan ini bisa diterjemahkan bahwa kamilah semua yang dia maksud,” ujar Arief yang mengaku puluhan tahun menjadi ajudan Gubernur Sulsel dari priode Achmad Lamo hingga Prof Dr Achmad Amiruddin.
Sementara itu, pihak Basmin tetap bersikukuh tidak menyinggung keluarga Qahhar. Versi Basmin, ucapannya saat itu adalah buah yang jatuh itu tidak jauh dari pohonnya.
Kalau bapaknya pemberontak, bisa jadi anaknya punya jiwa pemberontak. Kalau bapaknya keturunan raja, pasti anaknya berkarakter raja atau memiliki jiwa pemimpin.

Pengacara Keluarga
Pengacara keluarga Qahhar juga tetap akan memproses secara hukum ucpan Basmin. “Sejak awal kami sudah menyatakan bahwa kendati ada permintaan maaf dari yang bersangkutan, kasus ini akan tetap dilanjutkan. Permintaan maaf tidak menggugurkan unsur hukum yang ada dalam kasus tersebut,” ujar Koordinator Tim Pengacara Keluarga Abdul Qahhar Mudzakkar, Irianto Baso Ence.

Disambut
Sekitar 3.500 simpatisan Azis menyambut kedatangan anggota DPD RI itu di Tana Luwu. Mereka berjanji memenangkan Azis di tanah kelahiran Qahhar.
Janji itu disampaikan secara serentak oleh ribuan pendukung Azis di tengah acara pelantikan tim pejuang induk besatu dan tim kerabat keluarga di Gedung Serbaguna Simpurusiang, Luwu.
Pejuang induk dipimpin Andi Amirullah, sedangkan tim pejuang bersatu diketuai Kamaruddin. Sementara itu, tim pejuang kerabat dinahkodai Andi Baso. Masyarakat dari berbagai pelosok desa yang hadir dikabarkan mengelu- elukan Azis Qahhar.
Seorang tokoh masyarakat, Andi Kalang, begitu terharu dan terisak. “Sejak lama kebenaran ini saya tunggu tapi belum muncul. Saya berharap kebenaran itu bisa diperjuangkan Azis,” ujarnya sambil terisak dan memeluk Azis.
Usai salat Lohor di Masjid Nurul Yaqin di Kecamatan Buntu Barana, Azis dijamu makan siang oleh Wakil Ketua DPRD Luwu Andi Mudzakkar, yang saudara Azis.
Setelah itu, Azis menuju ke Kecamatan Ponrang dan bersilaturahmi dengan warga Desa Tirowali. Acara itu dihadiri sekitar 300-an jamaah.
Usai dari Kecamatan Ponrang, rombongan Azis bergerak memasuki Kota Palopo. Ratusan penjemput yang menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua, menyambut Azis di pintu gerbang Kota Palopo.
Ia pun diarak keliling Kota Palopo, ia tampak sibuk melambaikan tangan kepada warga dan simpatisan yang berada di pinggir jalan.
Di Palopo, Azis menggelar pengukuhan tim pejuang di Gedung Pertemuan Saodenrae yang disaksikan ribuan massa.
Azis yang diusung Koalisi Keumatan-Kebangsaan (KKK) ini menggandeng pengusaha Mubyl Handaling sebagai calon wakilnya pada pilkada mendatang.