AWALNYA Farouk M Betta dan istrinya Sherly Lamuda merasa kesulitas untuk menata rumah mereka yang berada di atas lahan terbatas dan modenya bersiku. Akhirnya Farouk menemukan ide untuk memanfaatkan setiap ruang, termasuk pada bagian yang bersiku.
Bagian bersiku hampir terdapat pada semua ruangan di dalam rumah berukuran panjang 20 meter dan lebar 20 meter ini. Bahkan, bagian dari sudut itu dimanfaatkan sebagai perabot ataupun hiasan di dalam rumah.
Kamar tidur utama dirancang berkelok mengikuti alur dasar dari ruangan itu. Demikian pula dengan ruang tengah yang berhubungan dengan ruang makan modelnya tidak begitu teratur, ada ruangan yang besar, adapula yang kecil. Hal ini dikondisikan dengan alur ruangan.
Rumah yang terletak di Jl Pelita Raya, Makassar, ini direnovasi pada awal tahun 2007 lalu. Hampir sebagian besar desain rumah ini tidak berubah. Justru arah pembangunan saat renovasi disesuaikan dengan alur rumah sebelum direnovasi.
Hasilnya, rumah tampak unik dengan model yang tidak teratur, tidak tertata secara beraturan antara ruangan-ruangan yang ada di dalam rumah. Bahkan, ada sebuah sumur di tengah-tengah rumah yang dialihfungsikan menjadi meja.
Juga beberapa bagian dari rumah terdahulu dialihfungsikan menjadi pot bunga dan juga akuarium atau kolam ikan. Sementara penempatan perabot dikondisikan dengan luas ruangan. Secara umum, tidak banyak perabot yang ditempatkan di dalam rumah untuk menghindari kesan sempit.
Sedangkan warna yang dipilih oleh Farouk adalah warna-warna yang lembut dan memberikan kesan sejuk dan dingin seperti warna hijau muda. Beberapa perabot seperti sofa mengikuti warna dari dinding rumah.

Rumah Panggung di Bagian Belakang
HAL yang unik pada rumah Farouk adalah pada bagian belakang rumahnya juga terdapat sebuah rumah. Uniknya, rumah di bagian belakang tersebut adalah rumah panggung. Menurut Farouk, hampir sebagian besar tamunya yang datang, apalagi tamu yang sudah akrab langsung menuju ke bagian belakang.
Untuk rumah panggung ini, pembuatannya betul-betul dari awal sehingga lebih mudah untuk menatanya. Bagian bawah rumah ini adalah bagian yang terbuka yang berbentuk lesehan. Di tempat inilah biasanya Farouk dan teman-temannya bersantai di sore hari ataupun malam hari.
Tepat di samping rumah panggung terdapat sebuah gasebo. Gasebo ini selain digunakan sebagai tempat bersantai juga difungsikan sebagai musalah atau tempar salat. Gasebo ini berhubungan dengan dapur yang terdapat di bagian belakang rumah.
Yang cukup mencolok di bagian belakang rumah Farouk ini adalah sebuah lapangan bulutangkis. Malah, karena luasnya, lapangan ini sering digunakan sebagai tempat pesta taman oleh Farouk dan teman-temannya.