RUANGAN yang terbatas, bukan berarti membatasi kreativitas untuk membuat rumah tampak unik dan menarik. Seperti rumah milik pasangan HM Darwis dan Andi Sriwana yang terletak di kompleks Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea, Makassar yang ditata unik khususnya pada bagian ruang makan.
Ruang makan rumah yang berukuran panjang 14 meter dan lebar 12 meter ini serba kayu mulai dari lantai hingga perabot-perabot yang ada. Uniknya, untuk membatasi dengan ruangan yang lain, sekatnya berupa pagar yang juga terbuat dari kayu.
Ruang makan tersebut berada di antara ruang tengah, dapur, dan taman kecil di samping rumah. Ukuran ruang makan ini tidak terlalu besar hanya 8 x 6 meter persegi. Menurut Sriwana, konsep kayu pada ruang makan ini dinamakan konsepv parket karena menggunakan ornamen- ornamen kayu.
Antara ruang makan, ruang tengah, dan ruang keluarga nyaris tanpa pembatas atau sekat yang memisahkan. Ketiga ruangan ini seakan menyatu dan menjadi ruangan terbesar di dalam rumah. Ketiga ruangan ini berhubungan dengan pintu tengah yang berhadapan dengan garasi.
Menurut Sriwana untuk tamu-tamu yang sudah akrab atau keluarga biasanya masuk melalui pintu tengah, bahkan langsung ke arah dapur. Bisa dikatakan dari semua ruangan yang ada di dalam rumah, dapur merupakan tempat favorit.
Sedangkan ruang tamu, agak terpisah dengan ruangan-ruangan yang lain. Ruangan berukuran 5 x 3 meter persegi ini memang diperuntukkan untuk tamu-tamu formal makanya nuansanya juga tampak formal yang terlihat dari perabot-perabot yang ada di ruangan itu.
Sedangkan bagian luar rumah, lebih didominasi oleh taman. Pada bagian depan, taman berbatasan dengan garasi dan tempat bermain anak-anak. Selain bunga-bungaan, taman di halaman rumah Sriwana juga didominasi oleh tanaman penghasil buah seperti mangga, rambutan, pisang, dan lain-lain.

Minim Perabot dan Hiasan
JIKA memasuki bagian dalam rumah Sriwana, maka tidak ditemukan adanya perabot yang menonjol. Di ruang tamu yang terpisah dengan ruangan-ruangan lainnya hanya terdapat satu set sofa. Sedangkan dindingnya nyaris tidak ada hiasan kecuali sebuah foto besar bergambar Sriwana dan keluarganya.
Di ruang keluarga dan ruang tengah juga tidak terdapat banyak perabot meski ruangan ini lebih luas dibanding ruang tamu. Di ruangan ini hanya terdapat sebuah sofa untuk menonton televisi, rak untuk tempat televisi.
Ruang keluarga ini dikelilingi oleh sejumlah kamar tidur, ruang makan, dan dapur. Ruangan ini juga menghubungkan antara lantai satu dengan lantai dua. Pada ruangan ini ditonjolkan kesan berkayu.
Sama halnya dengan ruang tamu, ruang tengah dan ruang keluarga ini juga minim hiasan baik yang bergantung di dinding maupun yang berada di lantai. Menurut Sriwana, nuansa berkayu itulah yang dijadikan hiasan, makanya pada beberapa sudut selalu terdapat bagian berkayu.