Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Agus Suhartono mengatakan, TNI AL mengerahkan kapal perang di wilayah Armada Barat dan telah mengusir tujuh kapal perang asing yang akan berlatih di Natuna.

“Armada Barat mengerahkan 28 kapal perang untuk operasi pengamanan di perairan Natuna, Selat Singapura dan Malaka. Operasi pengamanan masih dilakukan sesuai yang terjadwal,” kata Agus Suhartono, di Tanjungpinang, Jumat.

Pertengahan Mei 2007 Gugus Tempur Laut Armada Barat (Guspurlabar) mengusir tujuh kapal asing dari lima negara yang akan mengadakan latihan perang di Laut Natuna tepatnya di daerah Alfa 2, padahal belum ada aturan antara Indonesia dengan Singapura tentang daerah latihan perang di perairan Natuna.

“Mereka belum sempat memasuki daerah Alfa dan Bravo karena kita tidak memberikan izin. Tidak ada insiden dalam peristiwa itu,” katanya.

Daerah tersebut belum bisa digunakan Singapura karena masih menunggu persetujuan Pengaturan Pelaksanaan Perjanjian Pertahanan (IA-DCA) Indonesia-Singapura.

Ia mengatakan, rencana Singapura untuk melakukan latihan bersama dengan melibatkan Amerika Serikat, Jepang, Malaysia dan India di perairan Indonesia belum sempat terlaksana.

Keinginan Singapura untuk melaksanakan latihan perang di daerah Alfa dan Bravo di Natuna dan melibatkan negara-negara lain, kata Pangarmabar, akan tetap ditolak demi menjaga kedaulatan bangsa Indonesia.

Jumlah kapal perang ideal untuk mengawal kedaulatan di laut bisa mencapai 600 unit, tetapi TNI AL memahami biaya pengadaannya dari uang rakyat yang juga diperlukan untuk keperluan lain, ujarnya.

Direncanakan, pada akhir tahun 2008 TNI AL diperkuat dengan empat unit kapal perang yang penempatannya di Armada Timur, tetapi setiap saat dapat dikerahkan ke wilayah barat, kata Pangarmabar.