Kajian Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Muladi tentang partai Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang mengarah pada referendum Aceh mendapat respon dingin dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Ditemui di Jakarta, Kamis (12/7) usai membuka seminar nasional sosialisasi pengembangan budaya baca & pembinaan perpustakaan nasional Kalla mengatakan bahwa tokoh-tokoh GAM telah bersepakat dengan pemerintah RI dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Lemhannas tentu mengkaji apa saja.Tapi saya tidak yakin. Saya yakin Aceh, pimpinan-pimpinan GAM semua sudah sepakat bahwa NKRI itu adalah suatu pilihan kita. Kajian boleh saja, tapi saya tidak yakin bahwa teman-teman di Aceh berbuat begitu,” ujar Kalla.
Menurut Kalla, bicara kajian Lemhannas maka sah-sah saja bila Lemhannas menelurkan pemikiran-pemikiran tentang partai GAM tersebut. “Namanya kajian, boleh-boleh saja. Pikiran-pikiran apa saja boleh, tuturnya dengan mantap.
Sekedar diketahui, pada 7 Juli kepada publik mantan petinggi GAM, Muzakkir Manaf membuka kantor sekretariat partai GAM. Menurut rencana, partai GAM sendiri bakal dideklarasikan berbarengan peringatan MoU Helsinki pada 15 Agustus mendatang.