antariksaantariksa

Penyelidikan antariksa Perancis yang didesain untuk mencari bintang-bintang yang mengorbit dunia lain telah membuat penemuan pertama, sebuah ‘Jupiter panas’ yang mengitari sebuah matahari berjarak 1.500 tahun cahaya. Satelit Pemburu planet, yang diberi nama Corot (dibaca: Coreau) itu diluncurkan 27 Desember silam.

Penemuan yang diberi nama Carot-Exo1b itu berdiameter antara 200.000 dan 250.000 km (125.000 dan 155.000 mil) dan memiliki massa 1,3 kali dari Jupiter, planet terbesar dari sistem tata surya kita, kata Pusat Studi Antariksa Nasional (CNES) dalam siaran persnya.

Ukuran dan jarak kedekatannya ke bintang itu, yang mengorbit hanya satu setengah hari, membuatnya dikategorikan sebagai sebuah ‘Jupiter panas’, katanya.

Planet semacam itu tidak mungkin bisa dihuni oleh makhluk hidup apapun karena planet tersebut bukan merupakan dunia yang berbatuan dengan suhu ringan, namun merupakan planet raksasa yang hangus dan terbuat dari gas.

Corot, sebuah proyek bernilai 170 juta ero (231 juta dolar AS) yang juga didanai oleh Badan Antariksa Eropa (ESA), Austria, Belgia, Brazil dan Jerman, mengangkut sebuah teleskop berukuran 30 sentimeter (12 inci) dan dua kamera.

Hingga Kamis (3/5), sebanyak 232 exoplanet telah dibidik, menurut Kamus Planet-Planet Extrasolar (http://exoplanet.eu/).

Dunia di luar tata surya untuk kali pertama terlihat pada 1995. Namun akhirnya semua penemuan itu telah dilakukan secara tidak langsung, umumnya lewat sebuah ‘goyangan’ dalam cahaya, yang terlihat dari Bumi, ketika planet itu mengitari bintangnya.

Perubahan dalam tanda-tanda cahaya dapat menghasilkan beberapa petunjuk tentang ukuran dan orbit planet tersebut.